· MASHAB HISTORIS
Mashab historis ini melihat pembangunan ekonomi ini berdasarkan pengalaman sejarah tentang tahap-tahap perkambangan ekonomi suatu Negara. Teori ini berasal dari jerman dan muncul pada abad 19.
· FRIEDRICH LIST
Menurut List, system liberalisme yang laissez-faire dapat menjamin alokasi sumber daya secara optimal. Perkembangan eekonomi sebenarnya tergantung pada peranan pemerintah, organisasi swasta dan lingkungan kebudayaan. Perkembangan ekonomi hanya akan terjadi jika dalam masyarakat ada kebebassan dalam berorganisasi politik dan kebebasan perorangan.
Perkembangan ekonomi melaluli 5 fase yaitu fase primitive, beternak, pertanian, pertanian dan industry pengolahan (manufacturing), dan akhirnya pertanian industry pengolahan dan perdagangan. Pendekatan List dalam menentukan tahap-tahap tersebut berdasarkan pada “cara produksinya”.
Selain itu, dia juga berpendapat bahwa daerah-daerah beriklim sedang paling cocok untuk pengembangan industry, karena adanya kepadatan penduduk yang sedang merupakan pasar yang cukup memadai. Sedangkan di daerah tropis kurang cocok untuk industry karena pada umumnya daerah tersebut berpenduduk dangat padat dan pertanian masih kurang efisien.
· MASHAB ANALITIS
Teori-teori pembangunan ekonomi yang termasuk dalam mashab ini berusaha mengungkapkan proses pertumbuhan ekonomi secara logis dan taat asas (konsisten), tetapi sering bersifat abstrak dan kurang menekankan pada aspek empiris dalam historisnya.
TEORI KLASIK:
1. ADAM SMITH (1723-1790)
Adam Smith bukan saja terkenal sebagai pelopor pembangunan ekonomi dan kebijaksanaan tetapi juga merupakan ekonom pertama yang menumpahkan perhatian kepada masalah ekonomi. Dalam bukunya into the nature and causes of the wealth of nation ia mengemukakan tentang proses pertumbuhan ekonomi dalam jangka panjang secaraa sistematis.
2 aspek utama dalam pertumbuhan ekonomi yaitu:
a. pertumbuhan output total
b. pertumbuhan penduduk
a. Pertumbuhan Output Total
Unsur pokok dari system produksi suatu Negara ada tiga yaitu:
1. Sumber daya alam yang tersedia
2. Sumber insane atau jumlah penduduk
3. Stok barang modal yang ada
Sumber daya alam yang tersedia merupakan wadah yang paling mendasar dari kegiatan produksi suatu masyarakat. Jumlah sumber daya alam yang tersedia merupakan batas maksimum bagi pertumbuhan suatu perekonomian. Maksudnya, jika sumber daya ini belum digunaknan sepenuhnya, maka jumlah penduduk dan stok modal yang ada yanga memegang peranan dalam pertumbuhan output. Tetapi pertumbuhan output tersebut akan berhenti jika semua sumber daya alam tersebut telah dgunakan secara penuh.
Sumber daya insane mempunyai peranan yang pasif dalam proses pertumbuhan output. Maksudnya jumlah penduduk akan menyesuaikan dengan kebutuhan akan tenaga kerja dari suatu masyarakat.
Stok modal merupakan unsure produksi yang secara aktif menentukan tingkat output. Perananya sangat sentral dalam proses pertumbuhan output. Jumlah dan tingkat pertumbuhan output tergantung pada laju pertumbuhan stok modal.
b. Pertumbuhan Penduduk
Jumlah penduduk akan meningkat jika tingkat upah yang berlaku lebih tinggi dari tingkat upah subsisten. Jika tingkat upah atas tingkat subsisten, maka orang-orang akan menikah pada umur muda, tingkat kematian menurun, dan julah kelahiran meningkat. Sebaliknya jika tingkat upah yang berlaku lebih rendah dari tingkat upah konsisten, maka jumlah penduduk akan menurun.
2. DAVID RICARDO (1772-1823)
Secara garis besar proses pertumbuhan tidak jauh berbeda dari Adam Smith. Pada proses pertumbuhan yang ekonomi yang masih pada perpacauan antara laju pertumbuhan penduduk dan laju pertumbuhan output. Selain itu Davud juga menganggap bahwa jumlah factor produksi sumber day alam tidak bisa bertambah, sehingga akhirnya menjadi factor pembatas dalam proses pertumbuhhan suatu masyarakat.
a. Proses Pertumbuhan
Berikut ini adalah cirri-ciri aspek pertumbuhan perekonomian yaitu:
· Jumlah tanah terbatas
· Tenaga kerja meningkat atau menurun terganttung pada tingkat upah diatas atau dibawah tingkat upah minimal
· Akumulasi modal terjadi bila tingkat keuntungan yang diperoleh pemilik modal berada diatas tingkat keuntungan minimal yang diperlukan untuk menarik mereka agar melakukan investasi.
· Kemajuan teknologi terjadi sepanjang waktu
· Sektor pertanian dominan
TEORI NEO KLASIK
Teori ini berkembang secara analisis-analisis mengenai pertumbuhan ekonomi menurut pandangan ekonomi klasik yang menjadi perintis dalam mengembangkan teori tersebut adalah Robert solow dan Treveor swan.
Menurut teori ini, pertumbuhan ekonomi tergantung kepada pertambahan penyediaan factor-faktor produksi (penduduk, tenaga kerja dan akumulasi modal) dan tingkat kemajuan teknologi. Pandangan didasarkan kepada anggapan yang mendasari klasik, yaitu perekonomian akan tetap mengalami tingkat pengerjaan penuh dan kapasitas peralatan modal akan tetap sepenuhnya digunakan sepanjang waktu. Dengan kata lain sampai dimana perekonomian akan berkembang tergantung pada pertambahan penduduk, akumulasi capital dan kemajuan teknologi.
TEORI KEYNESIAN
Teori ini merupakan perluasan dari analisis Keynes mengenai kegiatan ekonomi secara nasional dan masalah tenaga kerja. Analisis Keynes dianggap kurang lengkap karena tidak membicarakan masalah-masalah ekonomi jangka panjang. Sedangkan teori ini menganalisis syarat-syarat yang diperlukan agar perekonomian bisa tumbuh dan berkembang dengan mantaff.
Teori ini mempunyai beberapa asumsi:
· Perekonomian dalam keadaan pengerjaan penuh dan barang-barang modal yang terdiri dalam masyarakat digunakan secara penuh.
· Terdiri dari2 sektor yaitu sector rumah tangga, sector perusahaan, berarti pemerintah dan perdagangan luar negeri tidak ada
· Besarnya tabungan masyarakat adalah proporsional dengan besarnya pendapatan nasional
· Kecendrungan untuk menabung